Rabu, 03 Oktober 2012
Minggu, 23 September 2012
Rabu, 12 Oktober 2011
Selasa, 27 September 2011
Srigala terakhir
Kebaikan tidak selamanya menang dan kejahatan tidak selalu kalah, aku adalah srigala untuk diriku sendiri dan selalu ada dendam untuk dibalaskan
Kamis, 28 Juli 2011
Ahirnya ku mengerti
Akhirnya aku mengerti
aku menemukan serangga yang mendengung di
puisimu. ia masih menikmati bunga rumput yang
kau tulis aromanya. akan Tetapi, tak kutemukan
kau, yang selama ini aku cari.
mengapa aku betah setia,pada masa lalu yang tiada
apakah musim telah mengubahku menjadi kupu2
jantan,yang bersarang di pohon terlarang.
akankah kau membiarkanku memburumu wahai
masa lalu? kau seperti hujan yang singgah di hutan
gerimis, ditangkap daun keladi yang kalis. kau
menghindar dan pergi. mengapa kau
meninggalkan jejak aroma bungga kalau tak ingin?
apakah ini perangkap? sengaja kau terbangkan
sayap kupu kupu, dan menawan mataku agar
tersihir kabut pagi. kau buat aku tersesat bersama
keindahan, sedang kau berjalan menjauh.
mengapa tak ada kata sepakat yang kau tulis di
puisimu. semua hanya kata ketidak pastian. kata
kata yang patah, huruf yang berserak, jeda sunyi
senyap, hanya jarak yang membatasi matamu,
mataku. mukin hanya tulisan ini yang menjadi
jembatan atara rasamu dan rasaku diantara kita,
sedang hati, telah jauh mengelana.
aku percaya suatu hari nanti kata kata akan
terbentuk dan memilih akhirnya. entah menjadi
setumpuk kertas kering atau segores tulisan di
dingding fb. disana ada namaku dan namamu
yang begitu tua dimabuk lupa mengingat masa
kecil ketika belajar menangis untuk masa dewasa.
aku mengerti sekarang, kesetiaan tak pernah
dilupakan walau sederas apapun cuaca berlari.
walau sekencang apapun tiupan aroma puisi,
WALAU TERTATIH MERINDUKANMU, Aku tak akan
DIMABUK USIA LALU LUPA PADAMU. sengaja aku
tulis angka usia satu,dua,tiga dan hampir empat di
dingding kamarku tempat mimpi menumbuh,
Semata, agar aku selalu ingat bahwa aku telah
setia.
# ke
aku menemukan serangga yang mendengung di
puisimu. ia masih menikmati bunga rumput yang
kau tulis aromanya. akan Tetapi, tak kutemukan
kau, yang selama ini aku cari.
mengapa aku betah setia,pada masa lalu yang tiada
apakah musim telah mengubahku menjadi kupu2
jantan,yang bersarang di pohon terlarang.
akankah kau membiarkanku memburumu wahai
masa lalu? kau seperti hujan yang singgah di hutan
gerimis, ditangkap daun keladi yang kalis. kau
menghindar dan pergi. mengapa kau
meninggalkan jejak aroma bungga kalau tak ingin?
apakah ini perangkap? sengaja kau terbangkan
sayap kupu kupu, dan menawan mataku agar
tersihir kabut pagi. kau buat aku tersesat bersama
keindahan, sedang kau berjalan menjauh.
mengapa tak ada kata sepakat yang kau tulis di
puisimu. semua hanya kata ketidak pastian. kata
kata yang patah, huruf yang berserak, jeda sunyi
senyap, hanya jarak yang membatasi matamu,
mataku. mukin hanya tulisan ini yang menjadi
jembatan atara rasamu dan rasaku diantara kita,
sedang hati, telah jauh mengelana.
aku percaya suatu hari nanti kata kata akan
terbentuk dan memilih akhirnya. entah menjadi
setumpuk kertas kering atau segores tulisan di
dingding fb. disana ada namaku dan namamu
yang begitu tua dimabuk lupa mengingat masa
kecil ketika belajar menangis untuk masa dewasa.
aku mengerti sekarang, kesetiaan tak pernah
dilupakan walau sederas apapun cuaca berlari.
walau sekencang apapun tiupan aroma puisi,
WALAU TERTATIH MERINDUKANMU, Aku tak akan
DIMABUK USIA LALU LUPA PADAMU. sengaja aku
tulis angka usia satu,dua,tiga dan hampir empat di
dingding kamarku tempat mimpi menumbuh,
Semata, agar aku selalu ingat bahwa aku telah
setia.
# ke
Jumat, 27 Mei 2011
Cacian untukku
Apa ini kenapa kau tega apa yang terpikir di kepalamu sudah bosan hidupkah?? coba kau pikir bener gak tindakanmu trus kenapa kau lakukan juga,,, apa apa lagi yang mau Kau katakan,, mau kemana kau sekarang setelah dirimu menjadi sampah yang harus disingkirkan kemana congkakmu'' masih merasa berhak kamu ijikan kakimu di tanah ini,,tanah yang sudah begitu letih menahan beban congkaknya dunia kau..kau..kau..arhh aku sudah tidak bisa berkata lagi renungi sendiri saja perbuatanmu..
Senin, 16 Mei 2011
Kacau yang terpikir pertama
ini kah yang aku mau,,atau apa yang aku mau semua terasa gelap,, inginku ,,,apa mauku dalam sesaat aku terdiam sesak didada kulihat semua ingin rasanya kucampakan dunia berlari dari alam nyata benci benci aku dengan semua kulihat semua tiada yang baik kulihat apa yang harus aku lakukan berjalan dalam gurun ini tiada air kuharap kau mau mengerti aku sedikit saja
ini bukan salahku ini salahmu salahmu kenapa kau mesti ad dihadapanku
kata kata tak beraturan ini menggambarkan rasaku yang gundah kulana perutku mendidih,,kepalaku pusing aku benci dengan semua ini dalam hati ku berkata pecundangkah aku yah kau lah yang menilainya
Kurangkai kata berharap sedikit kurangi beban karena aku tak tau kepada siapa aku harus bicara kemana ku cari bahagia itu kemana lagi,,ku coba satu persatu aku coba tapi tetap saja ada yang kurang apa yang harus aku lakukan...
ini bukan salahku ini salahmu salahmu kenapa kau mesti ad dihadapanku
kata kata tak beraturan ini menggambarkan rasaku yang gundah kulana perutku mendidih,,kepalaku pusing aku benci dengan semua ini dalam hati ku berkata pecundangkah aku yah kau lah yang menilainya
Kurangkai kata berharap sedikit kurangi beban karena aku tak tau kepada siapa aku harus bicara kemana ku cari bahagia itu kemana lagi,,ku coba satu persatu aku coba tapi tetap saja ada yang kurang apa yang harus aku lakukan...
Langganan:
Komentar (Atom)
